Thu. Nov 24th, 2022

Jakarta, Berita Receh. Sebanyak 26.000 siswa dari 206 SMK di Jabar akan menggunakan kurikulum ekonomi digital agar bisa bersaing dan diserap industri kekinian. Program itu digagas setelah Pemprov Jabar meneken kerja sama dengan e-commerce Shopee. Kerja sama itu diteken langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Dedi Supandi bersama Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Christin Djuarto di kampus UMKM Shopee, Jalan BKR, Kota Bandung, Selasa (26/11/2021).


Ridwan Kamil mengatakan, penerapan kurikulum shopee di SMK merupakan respons Pemprov Jabar menghadapi era industri 4.0. “206 SMK akan menggunakan kurikulum Shopee, ini komitmen kongkret bahwa Jabar siap dalam ekonomi digital,” ujar Emil, sapaan akrabnya. Emil mengatakan, para lulusan SMK kurikulum Shopee ini akan langsung diserap berbagai perusahaan e-commerce terutama Shopee.


Siswa juga akan diberikan jalan menjadi pengusaha lokal mandiri yang memahami tren ekonomi digital. “Lulusannya diserap langsung oleh perusahaan e-commerce atau menjadi pengusaha karena sudah punya bekal,” kata Emil.
Berdasarkan data terkini, lanjut Emil, tingkat pengangguran terbuka di Jabar masih didominasi lulusan SMK. Menurut Emil, hal tersebut disebabkan kurikulum yang tidak sesuai dengan pasar yang kini sudah bergeser. Padahal, kata dia, di era industri 4.0 saat ini akan hadir 100 juta lapangan pekerjaan baru.


“Market sudah bergeser tapi kurikulum kita masih merespons wajah lama ekonomi,” ujarnya. Selain Shopee, rencananya kurikulum hyundai dan samsung juga akan diterapkan di SMK. “Ke depan ada kurikulum lain yang sedang disiapkan bekerja sama dengan perusahaan, misalnya kurikulum hyundai, samsung dan teknologi lainnya. Sehingga lulusan SMK Jabar semua terserap oleh industri 4.0,” kata Ridwan Kamil.


Guru juga dibekali kurikulum digital Kepala Disdik Jabar Dedi Supandi menambahkan, selain siswa, ada 406 guru SMK di Jabar akan dibekali pelatihan kurikulum digital. “Jadi, kurikulum itu sudah dilakukan (sosialisasi) dari Juni sampai September ini dan Shopee juga sudah melakukan pelatihan dengan Bapak Ibu Gurunya sebanyak 406 orang, hari ini penandatanganan MOU untuk pelatihan terhadap siswanya,” ujar Dedi. Menurut Dedi, selama ini SMK selalu dikaitkan dengan Industri, sehingga lebih banyak mendidik menjadi karyawan. “Makanya dari Juni, kita juga program sekolah pencetak wirausaha digital ujungnya sama untuk ekonomi digital juga,” ucapnya. Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Christin Djuarto menuturkan materi kurikulum itu meliputi produk kreatif kewirausahaan, pengembangan komunikasi manajemen logistik, bisnis digital, dan praktik di lapangan.Berita Receh.

DAPATKAN GRATIS VOCER SHOOPE HANYA DISINI.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *