Sun. Nov 27th, 2022

Ini Tanggapan Dorce Gamalama Soal Harus Kembali ke Kodrat Saat Meninggal

YUK MAIN SEKARANG DI RECEH88.

Berita Receh Jakarta – Komedian, Dorce Gamalama akhirnya bereaksi atas pernyataan para pemuka agama, seperti Gus Miftah yang menyatakan dia harus diperlakukan sesuai kodratnya saat dilahirkan ketika meninggal nanti. Dorce membuat video reels ditujukan kepada kiai dan ustad yang selama ini berkomentar mengenai permintaannya agar dimakamkan sebagai perempuan saat tiba waktunya kembali ke Tuhan. 

Menurut Dorce, saat ia meninggal, hanya keluarganyalah yang boleh memandikan dan mengkafaninya. “Biarkanlah keluarga saya yang akan mengurus saya. Mau kain kafannya tujuh lapis, delapan lapis, saya serahkan kepada yang mengurus, silakan keluarga saya yang mengurus. Mau laki-laki boleh, perempuan boleh,” katanya dalam video reels yang diunggah di akun Instagramnya, Ahad, 30 Januari 2022. 

Sebelumnya, Dorce Gamalama memang mengungkapkan keinginannya itu saat menjadi tamu di podcast Denny Sumargo pada Ahad, 23 Januari 2022. “Ya sebagai saya sekarang. Karena setelah saya operasi, saya punya kelamin perempuan. Mandikan saya dengan pakaian perempuan, saya mau dimakankam sebagai perempuan,” ujar Dorce Gamalama.

Pernyataan ini ditanggapi oleh para kiai dan ustad, salah satunya Gus Miftah. “Yang saya dengar, beliau kan terlahir sebagai laki-laki, kemudian dioperasi transgender menjadi seorang perempuan. Bagaimana kalau kondisi seperti ini?” katanya seperti dikutip dari kanal Youtube Official Nitnot pada Kamis, 27 Januari 2022.

Menurut dia, secara fiqih, seseorang yang terlahir laki-laki harus dikebumikan sesuai kodrat saat dilahirkan. “Kalau dulu dia dilahirkan dalam keadaan laki-laki ya seyogyanya juga dimakamkan dalam keadaan laki-laki,” kata dia.

Gus Miftah menjelaskan, perlakukan jenazah laki-laki dan perempuan berbeda. Pada jenazah perempuan, ada lima lapis kain kafan sedangkan laki-laki tiga lapis saja. 

Dorce Gamalama merasa terluka dengan pernyataan itu. “Jadi kiai yang terkenal sekalipun jangan memberikan komentar yang kurang baik. Harusnya Anda seorang kiai menberikan suguhan atau imbauan kepada orang siapapun, saya juga manusia punya tanggung jawab hidup dan mati,” kata dia. 

By admin